Social Icons

Sabtu, 09 Juni 2012


HUKUM MEMAKAI CAT KUKU 

              Pewarna kuku adalah bagian dari perhiasan wanita. Dengan ini para wanita berhias dan berharap untuk bisa tampil lebih cantik dan menarik. Hasrat untuk tampil cantik dan menarik merupakan fitrah bagi wanita. Karena Allah SWT memang telah menjadikan mereka suka keindahan dan kecantikan.
                Memakai cat kuku hukumnya sunnah, apabila seorang wanita berusaha tampil cantik dan menarik dengan memakai pewarna kuku, sehingga suaminya menjadi tertarik dan senang kepadanya, maka pahala bagi wanita tersebut. Sebaliknya, jika tujuan memakai cat kuku untuk menjerat laki-laki yang bukan mahramnya sehingga menimbulkan zina mata, maka wanita itu berdosa dan mendapat siksa neraka.
              Dari segi wudhu, pemakaian pewarna kuku (kutek) dapat menyebabkan wudhu seseorang menjadi tidak syah karena sebagian besar pewarna kuku terbentuk dari lapisan yang kedap air. Sehingga air tidak dapat membasahi kuku-kuku ketika berwudhu. Padahal, kuku termasuk salah satu anggota tubuh yang harus dibasuh saat wudhu.
$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä #sŒÎ) óOçFôJè% n<Î) Ío4qn=¢Á9$# (#qè=Å¡øî$$sù öNä3ydqã_ãr öNä3tƒÏ÷ƒr&ur n<Î) È,Ïù#tyJø9$# (#qßs|¡øB$#ur öNä3ÅrâäãÎ/ öNà6n=ã_ör&ur n<Î) Èû÷üt6÷ès3ø9$# 4  ...
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki,.. “(QS. Al-Maidah : 6). 
Jika wudhu seseorang tidak syah, maka shalatnya juga tidak syah. Untuk itu, jika ingin memakai kutek lebih baik dilakukan pada saat seorang wanita mengalami menstruasi karena pada saat itu wanita tidak wajib menjalankan shalat.
                                                                    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar